11 October 2015

Group Kentongan Desa Kalisalak

Kencana Wulung adalah nama dari salah satu group kentongan yang berasal dari desa kalisalak kecamatan kebasen kabupaten Banyumas.group kentongan ini terdiri dari 50 anggota yang rata-rata masih anak sekolah.alhasil ini laahh contoh anak-anak muda yang mencintai dan melestarikan budaya indonesia.Group Kentongan Kencana Wulung ini berdiri tanggal 11 Oktober 2014, dan kemarin pada Hari minggu,11 Oktober 2015 adalah hari dimana Group Kentongan ini terlahir, dengan kata lain Group Kentongan Kencana wulung ini sudah berdiri selama 1 Tahun.
"disini ngga ada senior dan junior,semuanya sama, dan semuanya punya hak yang sama, pelatih pun ngga ada, kita belajar mandiri" kata Pak Tio salah satu anggota dari Group Kentongan Kencana Wulung.
Hal yang paling mendasar jika kita punya Group, khususnya yang bersangkutan dengan entertainment atau hiburan adalah dengan latihan rutin.naahh Group Kentongan Kencana Wulung ini juga sering latihan rutin lho,setiap malam kamis dan malam minggu group ini selalu rutin latihan.
"Kunci dari kekompakan adalah dengan melaukan latihan secara teratur dan continue,walaupun kita perempuan,kita tetap rutin latihan setiap malam kamis dan malam minggu.biasanya kita latihan sekitar 2 jam.dari jam 7 sampai jam 9 malam" kata salah satu penari wanita di group kentongan ini.Penari wanita group Kentongan Kencana Wulung ini berjumlah 8 penari yang rata-rata masih bersekolah.
Tujuan dari berdirinya Group Kentongan ini adalah untuk melestarikan salah satu Budaya Indonesia, agar Kebudayaan dan kesenian Indonesia tidak luntur dan hilang dengan seiringnya perkembangan zaman.sebagai pemuda dan pemudi indonesia sudah seharusnya kita melestarikan budaya dan kesenian yang ada,agar dimasa yang akan datang kebudayaan dan kesenian akan terus berlangsung dan berjalan dengan semestinya.




Group Kentongan Kencana Wulung saat tampil di balai desa Kalisalak

5 October 2015

Pembangunan Rumah Adat Desa Kalisalak

Desa Kalisalak Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas saat ini sedang membangun rumah adat di sebelah barat lapangan desa kalisalak.dengan adanya rumah adat semakin membuat desa ini menjadi desa yang kental akan adat dan budaya.kita sebagai warga negara indonesia harus tetap melestarikan budaya yang dari dulu sudah ada, jauh sebelum kita lahir.jangan sampai budaya yang kita miliki diambil dan diakui oleh negara lain.hal ini yang membuat desa kalisalak ini terus melestarikan budaya dan adat sampai saat ini.
Selain sektor pembangunan yang terus menerus dilakukan pemerintah desa kalisalak, tradisi,adat dan budaya nantinya akan dikembangkan juga agar menjadi daya tarik tersendiri untuk para wisatawan.
Selain itu desa kalisalak juga sedang mengikuti Workshop Revitalisasi Desa Adat 2015 yang di gelar di Jakarta.Workshop ini bertujuan untuk memelihara kebudayaan dalam bentuk pengetahuan, perilaku, dan artefak budaya serta melibatkan peran aktif masyarakat sebagai pemangku kebudayaan setempat.
Naaahh sebagai pemuda dan pemudi indonesia yang berbudaya harusnya kita terus melestarikan budaya yang ada di Bumi Pertiwi ini, jangan meninggalkan budaya yang lama dengan budaya yang baru.Cintai Budaya-budaya Indonesia ,jangan samapai budaya kita diambil atau dirampas oleh negara lain.So jaga dan lestarikan Budaya-budaya yang ada di Indonesia ini yaa..
kembali lagi ke pembangunan rumah adat di desa kalisalak.pembangunan ini sudah berlangsung sekitar hampir 2 bulan. Warga desa kalisalak sangat antusias atas pembangunan rumah adat ini,terbukti mereka saling gotong royong untuk membangun dan mendirikan rumah adat tersebut.dari mulai meratakan permukaan tanah yang dulunya adalah sawah.sampai proses mendirikan rumah adat tersebut.satu hal lagi yang menarik,warga desa kalisalak ini sangat ramah dan sopan serta peduli satu sama lainya.kekeluargaan pun terjalin disaat pembangunan rumah adat itu.selain itu perangkat desa dan kepala desa kalisalak ikut gotong royong membangun rumah adat tersebut.
Bapak Kepala Desa Kalisalak sedang bergotong royong
dengan warga untuk membangun rumah adat.

Proses mendirikan rumah adat

Desa Kalisalak mengikuti Workshop Revitalisasi Desa Adat 2015 yang di gelar oleh Kemdikbud RI

Desa Kalisalak Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas mengikuti Workshop Revitalisasi Desa Adat yang di gelar oleh Kemdikbud RI di Hotel Millenium Jakarta pada hari senin (5/10/2015).
Kemarin tepatnya hari minggu malam desa kalisalak mengirim 4 orang ke jakarta untuk mengikuti Workshop Desa Adat 2015 yaitu Bapak Bachtiar, Bapak Ilham Triono, Bapak Karsam dan Bapak Supriyono.
Direktur Direktorat PKT, Sri Hartini Mewakili Dirjen Kebudayaan hadir membuka workshop. Dalam sambutannya, Sri menyampaikan beberapa hal terkait pelaksanaan kegiatan yang direncanakan akan berlangsung hingga Jum'at (7/10) mendatang tersebut.
"Program Fasilitas Revitalisasi Desa Adat tahun ini telah memasuki tahun ketiga. Melalui kegiatan ini, Kemdikbud akan menyalurkan kembali dan merevitalisasi desa adat demi kepentingan desa dan perkembangan kebudayaan di berbagai daerah di Indonesia ", paparnya.
Tahun Pertama yakni di Tahun 2013, lanjutnya, terdapat sekitar 7 desa adat yang difasilitasi. "Tahun 2014 meningkat menjadi 15 desa adat, dan tahun ini, 2015 lonjakannya luar biasa, yaitu terdapat 130 desa adat yang mendaftarkan diri untuk direvitalisasi, " Sri melanjutkan.
Kendati demikian, 130 desa adat yang menjadi peserta revitalisasi ini tidak serta merta dapat lolos verifikasi. "Workshop ini akan menentukan bahwa 130 desa adat itu akan lolos atau tidak," ungkapnya.
Dalam rangkaian Workshop nantinya, peserta akan menerima materi dan pengumpulan data masing-masing daerah. Data yang terkumpul kemudian akan dilakukan penyeleksian oleh tim verifikator. Jika dinyatakan lolos administrasi, desa tersebut baru akan menandatangani kontrak dengan tim penyeleksi dan Kemdikbud.
"Meski dilakukan verifikasi, namun saya berharap dari 130 calon penerima fasilitasi desa adat semuanya dapat lolos untuk melanjutkan program ini," tukas Sri.
Revitalisasi Desa Adat merupakan fasilitasi bantuan sosial yang diberikan langsung pada pelestari budaya masyarakat setempat. Pelestari budaya yang dimaksud adalah masyarakat desa adat yang melestarikan (perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan) nilai, norma dan aturan (tradisi) yang berlaku dalam kehidupan masyarakat pendukungnya, serta sebagai upaya pemberdayaan dan peningkatan kualitas desa-desa adat tersebut.
Revitalisasi desa adat merupakan kegiatan yang didesain dengan melibatkan peran aktif masyarakat sebagai pemangku kebudayaan setempat. Pemerintah dalam hal ini memberikan dukungan agar desa-desa adat tersebut dapat terus memelihara kebudayaan dalam bentuk pengetahuan, perilaku, dan artefak budaya.
Kegiatan Revitalisasi Desa Adat telah melalui beberapa tahapan kegiatan, mulai dari verifikasi lapangan, penetapan penerima fasilitasi dan berikutnya yang akan dilaksanakan adalah workshop bagi penerima fasilitasi revitalisasi desa adat.
Workshop ini bertujuan memberikan pengetahuan, wawasan, dan pemahaman kepada ketua desa adat, verifikator dan koordinator kegiatan Revitalisasi Desa Adat tentang pelaksanaan, penggunaan dana bantuan sosial, terkait dengan proses yang tertuang dalam petunjuk teknis fasilitasi komunitas budaya,perpajakan dan pelaporan.sumber (http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/)
 Ternayta desa kalisalak sebelumnya sudah pernah mengikuti workshop Revitalisasi Desa Adat, terbukti sekarang desa kalisalak sedang membangun rumah adat,tepatnya di sebelah barat Lapangan Desa Kalisalak.
Pembangunan rumah adat desa kalisalak.

PASAR WAGE DESA KALISALAK

Naahh ini dia pasar desa kalisalak,namanya pasar wage.tak heran setiap wage banyak sekali pedagang yang berjualan dipasar tersebut.eittzz tapi bukanya bukan cuma wage lho,setiap hari pasar ini selalu buka dan rame..ngga percaya?buktiin sendiri aja biar kalian tau kalau pasar wage ini rame.
Selain itu pasar ini telah di renovasi,sehingga memberi kenyamanan bagi para pembeli..yupzz pasar yang nyaman dan aman adalah gambaran dari kemajuan desa dan juga masyarakatnya.
 

Transaksi jual beli di pasar wage kalisalak

4 October 2015

SUASANA DESA KALISALAK DI MALAM MINGGU

Desa kalisalak ini setiap minggu selalu rame lho,sebenernya sich setiap mlm rame.cm khusus setiap malam minggu di lapangan desa kalisalak terdapat sebuah pasar serta arena untuk bermain anak.tak heran setiap malam minggu lapangan desa kalisalak di penuhi pengunjung,khususnya masyarakat desa kalisalak.banyak anak-anak muda yang memilih bermalam minggu di lapangan desa kalisalak,bahkan para orang tua pun tak kalah,mereka membawaa anak-anak mereka untuk bisa bermain di arena permainan yang telah tersedia.dengan adanya pasar malam minggu ini,warga sangat terbantu untuk bisa mendapat penghasilan tambahan dengan berjualan di pasar tersebut.

1 October 2015

KELOMPOK TANI NGUDI RAHAYAU PANEN KEDELAI

Kemarin tanggal 1 Oktober 2015 kelompok tani ngudi rahayu menggadakan tasyakuran atas hasil panen kedelai,atau masyarakat desa kalisalak menyebutnya dengan jabel panen.
Acara yang dilakukan di kediaman bapak Sarkum ini di ikuti oleh para anggota kelompok tani Ngudi Rahayu.selain itu kelompok tani Ngudi Rahayu juga mengadakan musyawarah untuk persiapan panen berikutnya mengingat akan memasuki musim rendeng atau musim penghujan.
 


Kelompok tani Ngudi Rahayu sedang bermusyawarah
untuk persiapan pergantian musim.

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html